Antonio Conte Menanti Kontrak Newcastle United

Mantan pelatih Chelsea, Antonio Conte saat ini sedang menebar kode untuk melatih kembali. Dan salah satu tim yang di isukan dengannya adalah Newcastle United.

Newcastle United baru saja diakuisisi oleh Pangeran Arab Saudi, Muhammd bin Salman melalui perusahan konsorsiumnya yaitu Public Investment Fund (PIF). PIF mengambil alih saham Newcastle dari pemilik sebelumnya, Mike Ashley.

Sebenarnya, sudah sejak pertengahan 2020 lalu PIF ingin meakuisisi The Magpies. Apa daya kasus hal siar ilegal dan batu kerikil lainnya jadi menunda keinginan mereka.

PIF sendiri kini siap memberikan suntikan dana kepada Newcastle United. Tentu dana tersebut untuk mendatangkan pemain papan atas dan manajer kelas dunia demi bisa bersaing mendapatkan gelar juara.

Antonio Conte disebut-sebut menjadi calon manajer Newcastle United selanjutnya. Manajer Newcastle United saat ini, Steve Bruce sendiri kontraknya akan segera berkahir di bulan Juni 2022.

Conte memiliki CV mentereng di Premier League saat melatih Chelsea pada periode 2016-2018. Conte mampu melahirkan gaya permainan baru 3-4-3 yang aktraktif.

Satu gelar juara Premier League, dan Piala FA didapatkannya bersama Chelsea. Conte juga sukses saat melatih Juventus dan Inter Milan.

Conte sendiri saat ini sedang menganggur kala pisah jalan dengan Inter setelah mempersembahkan trofi Scudetto musim lalau. Conte belum melatih kembali.

Satu alasan kuat jika Newcastle United akan dapat persetujuan dari Conte adalah mengenai finansial klub. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa PIF memiliki dana melimpah.

Di musim panas lalu, Antonio Conte menebar kode. Conte mau-mau saja melatih asalkan ada proyek yang menggiurkan.

"Secara umum, saya menyukai tantangan dan saya sudah menerima banyak tantangan selama karir saya," ujar Conte.

"Saya mencari proyek yang menarik dan saya siap untuk tinggal di rumah jika ada sesuatu yang tidak meyakinkan. Ini ada hubungannya dengan visi, kejujuran, dan prinsip saya," lanjutnya.

Antonio Conte tersirat bahwa dirinya siap membuka pintu kepada klub-klub manapun. Rasanya tidak salah kok, jika kembali lagi mengukuhkan dirinya sebagai manajer papan atas di Premier League.

"Jika ada sesuatu yang tidak meyakinkan saya, saya memilih untuk tidak menerima terlepas dari uangnya," tegasnya.

Newcastle United diawal musim EPL ini lagi terjerembab di peringkat ke-19 klasmen EPL. Newcastle belum pernah menang dari 7 laga, dengan tiga hasil seri dan empat kali kalah.

Pun selama era kepemilikan Mike Ashley, The Magpies sempat dua kali degradasi dan fisnis terbaiknya menembus lima besar.