Manchester City Gigit Jari Lagi, Striker Bidikan Ogah Dilepas Klubnya
Keinginan Manchester City untuk mendapatkan tanda tangan penyerang Benfica, Darwin Nunez sepertinya sulit terwujud. Pasalnya, klubnya dikabarkan tak mau melepasnya.

Setelah penampilan Darwin Nunez cukup mengesankan bersama Benfica, sang pemain terus dikaitkan akan meninggalkan tim papan atas Liga Portugal tersebut. Sejumlah klub-klub besar di Eropa hingga kini terus memantau perkembangannya.

Dari berbagai laporan, Manchester City merupakan salah satu tim papan atas di benua biru yang ngebet untuk untuk mendatangkannya ke Etihad Stadium. Bahkan, diberitakan juga sejauh ini tim papan atas Liga Inggris paling terdepan dalam perlombaan untuk mendapatkan tanda tangannya.

Minat juaraLiga Inggris 2020/21 kepada Darwin Nunez sangat wajar. Pasalnya, The Citizens tidak memiliki penyerang sentral murni selepas Sergio Aguero pergi pada bulan Juni kemarin. Sejumlah nama pun dihubungkan dan salah satunya adalah Harry Kane. Sayang, Tottenham Hotspur tidak mau melepas striker andalannya ke Manchester City dan kini tim asuhan Pep Guardiola dibuat gigit jari oleh Benfica.

Seperti diberitakanPortuguese news outlet Record, bahwa Benfica tidak akan menerima tawaran apa pun untuk Darwin Nunez pada bursa transfer Januari mendatang. Laporan tersebut menegaskan bidikan Manchester City tetap akan dipertahankan selama sisa musim 2021/22.

Perlu diketahui, pemain sepak bola berusia 22 tahun juga memiliki klausul pelepasan yang sangat tinggi. Kabarnya, sebesar 150 juta euro atau sekitar 2 triliun rupiah dalam kontraknya. Selain The Citizens, sang pemain juga diminati oleh tim besar seperti Chelsea, Manchester United, Atletico Madrid, dan AC Milan.

Sementara incaran pemain Manchester City tersebut juga merupakan rekan senegara Luis Suarez. Bahkan, Suarez baru-baru ini juga mengungkapkan bahwa ia merekomendasikan striker muda itu untuk pergi ke Barcelona selama dirinya bermain di Camp Nou. Musim ini, Darwin Nunez sudah mengoleksi 6 gol dalam 8 penampilan di semua kompetisi.