Direktur Juventus Federico Cherubini mengakui bahwa klubnya memang sungguh menyesal gagal merekrut Erling Haaland saat mendapat kesempatan melakukannya pada tahun 2017 silam.

Haaland saat itu masih bermain di klub di kampung halamannya di Norwegia, Molde. Ia masih berusia 17 tahun.

Namun Haaland sudah mulai menunjukkan bakat besarnya. Beberapa klub sudah mengendus talentanya dan memburunya, termasuk Juventus

Namun pada akhirnya Haaland mengabaikannya dan akhirnya malah merapat ke Red Bull Sazlburg pada tahun 2019. Tak lama berselang ia langsung pindah ke Borussia Dortmund.

Erling Haaland kini masih berusia 21 tahun. Akan tetapi ia masuk jajaran bomber papan atas dunia.

Haaland bahkan diprediksi masih bisa lebih gacor lagi. Federico Cherubini kemudian ditanya apakah Juventus sangat menyesal karena tak merekrut striker jangkung itu saat memiliki kesempatan empat tahun silam.

"Kami menyesalinya, akan bodoh untuk mengatakan sesuatu yang berbeda. Namun, segala sesuatunya harus dimasukkan ke dalam konteks," jawabnya pada Tuttosport.

Federico Cherubini kemudian membeberkan apa alasan Juventus gagal meyakinkan Erling Haaland untuk pindah ke Juventus. Ia mengatakan saat itu Juve tak bisa menjamin Haaland main di tim utama.

Bahkan Juve berencana meminjamkannya ke klub lain. Cherubini pun yakin hal itulah yang membuat Haaland ogah pindah ke Turin.

“Pemain muda bisa takut dipinjamkan, kami berada di awal proyek U23 kami dan mungkin perspektif yang kami tawarkan kepadanya tidak terlalu menarik," sambungnya.

"Mungkin ide untuk dipinjamkan tidak ideal untuk pemain seperti dirinya. Mungkin hari ini, segalanya akan berbeda," keluh Cherubini.

Juventus sendiri kini disebut tak akan sanggup bersaing untuk merekrut Erling Haaland. Sang striker malah santer disebut Real Madrid atau Liverpool jika jadi cabut dari Borrussia Dortmund musim depan.